7 Tips Mengurangi Ketegangan pada Lutut

Lutut tegang sering kali mengakibatkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Selain mengonsumsi obat nyeri lutut, Anda juga perlu melakukan beberapa cara untuk memaksimalkan pengobatan. Terlebih bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi dalam keseharian.

Perlu diketahui, sakit pada lutut biasanya disebabkan cedera, radang sendi hingga aktivitas dengan tekanan berulang kali pada lutut. Aktivitas ini misalnya olahraga dengan gerakan melompat seperti basket atau badminton.

Tips Mengurangi Ketegangan pada Lutut

Nyeri lutut sering kali membatasi mobilitas sehari-hari yang berdampak pada kurangnya produktivitas. Nah, agar nyeri lutut segera pulih, Anda dapat melakukan cara-cara sebagaimana berikut. 

1. Pijatan Ringan

Ketika lutut Anda sedang menegang, pijatan ringan dapat membantu untuk menurunkan rasa sakitnya. Meskipun demikian, pijatan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan cara yang tepat agar tidak memperparah rasa sakit pada lutut.

Pijatan ringan ini harus Anda lakukan dengan posisi duduk sambil meluruskan kedua lutut dan juga kaki. Kemudian kepalkan kedua tangan Anda, ketuklah perlahan pada bagian paha atas, bawah, lalu tengah. Anda dapat mengulangi cara semacam ini 10 kali.

Jika sudah, gunakan keempat jari, kecuali ibu jari. Tepuk-tepuk lutut perlahan dari atas ke bawah. Lakukan cara ini 5 sampai 8 kali ke semua bagian lutut. Selanjutnya letakkan telapak tangan Anda tepat di atas paha, pijatlah bagian paha dan lutut, kemudian kembali lagi ke paha. Lakukan cara ini secara perlahan dengan memberi sedikit tekanan.

2. Metode RICE

RICE adalah kepanjangan dari Rest, Ice, Compression, and Elevation. Ini adalah pertolongan yang bisa Anda lakukan saat lutut menegang atau terasa sakit. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengistirahatkan lutut Anda dengan menghentikan aktivitas fisik.

Selanjutnya, Anda dapat mengaplikasikan es batu yang sudah dibungkus menggunakan handuk tipis pada area lutut yang sakit. Kompreslah lutut sekitar 15 sampai 20 menit. Lakukan ini tiap 1 sampai 2 jam selama 48 jam pertama setelah Anda mengalami cedera. Cara ini sangat baik untuk membantu meminimalisir pembengkakan, peradangan, dan rasa sakit pada lutut.

Jika sudah, balutlah lutut Anda menggunakan perban elastis. Namun pastikan balutan ini jangan terlalu ketat agar tidak menghambat sirkulasi darah. Akhiri dengan elevasi dengan cara menjaga lutut sakit selalu lebih tinggi daripada posisi jantung.

Cara melakukan elevasi ini dengan meletakkan benda atau bantal empuk di bagian bawah lutut Anda. Elevasi semacam ini dapat meminimalisir pembengkakan karena mengalirkan cairan secara berlebihan dari area yang mengalami cedera.

3. Memanfaatkan Bahan Alami untuk Salep

Selain mengonsumsi obat nyeri lutut, Anda juga bisa memanfaatkan bahan alami sebagai salep. Bahan-bahan alami seperti jahe, kayu manis, damar wangi, dan minyak wijen bisa membantu meredakan nyeri layaknya salep yang dijual bebas.

Untuk mengobati nyeri lutut, Anda bisa mengolah sendiri bahan-bahan alami di atas sebagai minyak esensial. Sebab, minyak esensial yang biasanya digunakan sebagai minyak pijat bisa membantu meminimalisir rasa sakit. 

4. Memperbaiki Pola Makan dan Berat Badan

Pada dasarnya, berat badan yang berlebihan dapat mempengaruhi kekuatan sendiri lutut. Ini sering kali mengakibatkan seseorang mengalami sakit lutut. Untuk mengatasinya, Anda harus menjaga pola makan dan berat badan tetap seimbang.

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega 3. Biasanya asam tersebut ditemukan dari bahan-bahan seperti ikan, biji chia, kedelai, dan kenari. 

Asam lemak omega 3 dipercaya mampu mencegah peradangan sendi sekaligus meminimalisir rasa nyeri. Selain menjaga pola makan ini, Anda juga harus menghindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat mengakibatkan sakit lutut.

Pola makan yang buruk berhubungan dengan berat badan tidak seimbang. Lutut yang sering kali mengalami nyeri bisa menjadi pertanda berat badan berlebih.

Sebab, risiko sakit lutut lebih besar terjadi pada seseorang dengan berat badan berlebih. Lutut tidak mampu lagi menyangga tubuh Anda yang terlalu berat. Peningkatan berat badan berlebih secara drastis juga bisa memperparah kondisi tersebut.

5. Terapi Fisik

Terapi fisik ini dirancang secara khusus untuk memperkuat otot-otot sekitar lutut, meningkatkan postur tubuh dan fleksibilitas. Anda bisa melakukan latihan peregangan, penguatan, dan juga latihan keseimbangan agar stabilitas dan mobilitas lutut tetap terjaga.

Gunakan penopang lutut selama melakukan terapi agar tekanan pada sendiri berkurang. Selain itu, penopang juga dapat membantu aktivitas Anda sehari-hari.

6. Istirahatkan Lutut

Ketika lutut Anda menegang, hal penting yang harus dilakukan adalah mengistirahatkan dan memberikan perlindungan pada lutut. Cara ini untuk mencegah rasa sakit dan cedera menjadi semakin parah. 

Istirahat yang cukup juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan jaringan lutut dan sekitarnya. Namun, istirahat bukan berarti menghentikan seluruh aktivitas sehari-hari Anda. Hanya saja mengurangi berbagai aktivitas berat sementara waktu sampai lutut Anda kembali pulih.

7. Mengonsumsi Obat Nyeri Lutut

Obat nyeri lutut bisa Anda konsumsi saat kondisi lutut terasa sakit dan juga tidak nyaman. Beberapa jenis obat-obatan ini dijual bebas di apotek tanpa resep dokter. Misalnya paracetamol, ibuprofen, dan aspirin.

Jenis obat-obatan tersebut memang tidak membutuhkan resep dokter. Namun, jika lutut tidak kunjung sembuh setelah mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Anda akan mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai dengan penyebab nyeri lutut yang dirasakan.

Bagaimana Penanganan Medis Nyeri Lutut?

Jika rasa sakit tidak kunjung sembuh, semestinya harus mendapatkan penanganan dari dokter. Biasanya dokter menyarankan untuk fisioterapi agar otot-otot sekitar sendi lutut menjadi kuat. 

Namun, penanganan ini akan disesuaikan dengan tingkat keparahan, usia penderita, dan dampak pada aktivitas sehari-hari. Misalnya dokter akan tetap menyarankan metode RICE untuk cedera lutut ringan, namun yang bersangkutan bukanlah seorang atlet.

Sementara pada atlet penanganannya lebih agresif dengan fisioterapi. Berbeda dengan penanganan pada usia lanjut, biasanya dokter akan mengecek apakah ada patah tulang sebelum melanjutkan terapi dan pengobatan.

Jadi, apabila ketegangan pada lutut tidak terlalu berdampak bisa mengonsumsi obat nyeri lutut yang dijual bebas. Selain itu, imbangi dengan beberapa tips yang sudah dijelaskan di atas agar proses pemulihan lebih cepat. Sebab, lutut memiliki peran penting untuk menggerakkan tubuh sehari-hari.